Rabu, 02 Desember 2015

Tugas Perancangan Basis Data

1. Buat database dengan nama rumah sakit.
a) Pilih Localhost,kemudian klik SQL.Setelah itu ketik Create database   rumah sakit.
 
2. Buat table pasien dengan struktur sebagai berikut :
a) Klik database rumah sakit pilih create table,kemudian isikan nama table pasien dan jumlah kolom. Kemudian kik Go.

b) Kemudian isi table sesuai dengan soal

 c) Kemudian selanjutanya klik save.

 d) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut 


3.  Ganti Field nama field nama tempat lahir menjadi tgllhr dengan tipe date.
a) Klik table pasien,kemudian ceklis data yang ingin diganti.Kemudian pilih change.

 b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut


4. Isi tabel pasien dengan data berikut
a) Klik table pasien,kemudian pilih insert


b) Kemudian klik Go

 c) Kemudian muncul tampilan sebagai berikut

5. Tampilkan data pasien dengan jenis kelamin  perempuan
a) Klik table pasien,pilih SQL. Kemudian klik Go


b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut 


6. Ganti alamat pasien dengan nama Putri Wulansari menjadi Depok.
a) Klik table pasien,kemudian ceklis data yang ingin diganti. Pilih change,kemudian isi data.Selanjutnya Klik Go.

b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut


7. Hapus field Jenkel dari tabel pasien
a) Klik table,kemudian pilih SQL

b) Pilih Go,kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut

 


8. Buat tabel dokter dengan struktur sebagai berikut

a) Klik database rumah sakit,pilih create table.Selanjutnya isikan nama table dokter

 b) Isi data sesuai dengan soal

c) Selanjutnya klik save

d) Maka akan muncul tampilan sebagai berikut 


9. Ganti field size spesialis menjadi 10
a) Klik table dokter,kemudian ceklis field yang akan diganti.Selanjutnya klik change



b) Selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut


10. Isi tabel dokter dengan tabel sebagai berikut 

a) Klik table dokter,kemudian pilih isert. Selanjutnya Klik go


b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut


11. Tampilkan nmdokter dan spesialis dengan kddokter D0002
a) Klik table,kemudian pilih SQL.Selanjutnya klik go


b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut 


12. Ganti nama dokter dengan kode D0001 menjadi Sandra Dewi
a) Klik table dokter,kemudian pilih data yang ingin diganti. Selanjutnya klik change

b) Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut


Kamis, 26 November 2015

Membersihkan Pikiran


Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?

Menutupi telapak tangan saja sulit.

Tapi kalau daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi.

Begitu juga bila diri kita ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.Bahkan Bumi ini pun akan tampak buruk.

Jangan pernah menutup mata kita, walau hanya dengan daun yang kecil.

Jangan menutupi diri kita dengan sebuah pikiran buruk, walau hanya seujung kuku.
Bila diri kita tertutup, maka tertutuplah semua.

Air yang banyak di lautan luas yang dalam takkan pernah sanggup menenggelamkan sebuah perahu kecil yang ada di atasnya, kecuali kalau air itu mulai masuk ke dalam perahu.

Demikian juga dengan hidup ini, gosip & segala penilaian negatif akan selalu ada di sekeliling kita.
Namun semuanya itu takkan sanggup menenggelamkan kita, kecuali kita membiarkan semua itu masuk ke dalam pikiran kita.

Menjaga pikiran itu bukanlah tanggung jawab orang lain, melainkan adalah tanggung jawab kita masing-masing.

Kita tidak bisa menyalahkan orang lain untuk setiap masalah yang hadir dalam hidup kita bila kita sendiri tidak bertanggung jawab, karena sudah membiarkan “sampah” masuk & mengotori hidup kita.

Kita harus menyaring apapun yang masuk melalui pikiran kita sebagai pintu gerbangnya. Bila pikiran kita BAIK, maka akan terasa nyaman hidup kita. Jangan lengah!!!

Salam Insprasi-Cintya Pamela

Minggu, 15 November 2015

DOA DAN KASIH PENGAMPUNANNYA

Sahabat-sahabat yang terkasih, antara Simon dan perempuan terdapat perbedaan cara melayani Yesus. Simon memandang Yesus sebagai seorang guru dan melayani Yesus dengan baik (mengundang makan di rumah). Tetapi perempuan yang terkenal berdosa (ayat 37) melayani Yesus dengan air mata dan menyeka kaki Yesus dengan rambut. Inilah pelayanan dengan hati yang meluap dalam tindakan yang luar biasa. Minyak yang mahal dan rambut sebagai symbol kehormatan tidak menjadi penghalang untuk sebuah perjumpaan. Perempuan ini tidak hadir dengan sejuta kata-kata tetapi dengan sejuta makna yang terlihat dari tindakannya. Tindakan perempuan yang menyeka kaki Yesus adalah tindakan merendahkan diri sehingga ia berjumpa dengan pengampunan. Kata-kata saja tidak cukup, tindakanlah yang menjadi unsur pembeda antara Simon dan perempuan yang terkenal berdosa.

Yesus sendiri berbicara kepada Simon tetapi Ia menatap perempuan yang terkenal berdosa (ayat 44). Yesus tidak mengecam Simon tetapi Yesus hendak memperlihatkan perhatian yang besar pada sebuah tindakan yang luar biasa. Pengakuan dosa dalam sebuah tindakan jauh lebih elegan dari pengakuan dosa dalam kata-kata yang mengalir tanpa perubahan. Disinilah letak perbedaan Simon dan perempuan yang terkenal berdosa, Simon tetap memandang perempuan itu dengan masa lalunya sementara Yesus memandang perempuan itu dengan masa depannya. Jadi, lewat kisah ini hendak dikemukakan kepada kita bahwa tindakan pengakuan dosa jauh lebih penting dari sekedar kata-kata. Dalam diam tetapi air mata dan rambut di kepala adalah ekspresi permohonan perempuan yang terkenal karena dosa. Permohonan itu muncul secara luar biasa dalam perilaku yang melayani Yesus sebagai awal perubahan besar dalam hidupnya (ayat 50).

Disini kita semua dapat belajar bahwa sebuah doa tidaklah cukup tetapi patut muncul dalam tindakan. Doa bukanlah sebuah alat untuk mengendalikan Tuhan agar menyesuaikan diri-Nya dengan permintaan kita, tetapi adalah adalah bentuk pengakuan kita atas seluruh karya Tuhan dalam kehidupan. Maka kebiasaan berdoa yang sudah kita miliki patut muncul dalam tindakan yang tidak biasa. Secara luar biasa Allah sudah menjangkau dan menyelamatkan kita maka doa bukan lagi hal biasa tetapi hal yang luar biasa sebab muncul dalam tindakan. Tetaplah berdoa dan setialah mewujdukan doa dalam hidup sehari-hari itulah yang berkenan kepada-Nya.

Jumat, 04 September 2015

Dalam Keadaan Apapun Berusahalah Untuk Tidak Menjadi Sombong

Suatu ketika ada pedangang yang kaya raya, ia memiliki empat istri yang selalu setia menemaninya. Dia mencintai istrinya yang keempat dan menganugrahinya harta & kesenangan yang banyak. Sebab dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik untuk istri keempatnya ini. Pedagang itu juga mencintai istirinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini dan selalu memperkenalkan wanita ini kepada teman-temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain. Begitu juga dengan istri kedua, ia pun sangat menyayukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melewati masa-masa yang sulit. Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sangsuami. Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya. Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.” Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Ia terdiam,“Tentu saja tidak..“, jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. “Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? ” Istrinya menjawab, “Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati.” Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam. Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku?” Sang istri menjawab pelan. “Maafkan aku,” ujarnya “Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.” Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.” Sahabatku, sesungguhnya kita punya empat orang istri dalam hidup ini. Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya. Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita. Sahabatku, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari. Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat pertama,
Sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih 
terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua,
Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga,
Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih
pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik,Semakin tinggi tingkat "Kesombongan",Semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa batin kita, pikiran kita.
Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap, meninggal.

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam. Mari berlatih untuk menghindari segala bentuk kesombongan didalam kehidupan kita didunia ini.

Sukses Selalu!! Semoga Bermanfaat!!
 
 
Salam Inspirasi-Cintya Pamela 
 


Elang Yang Tinggal Bersama Ayam


Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.

Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.

Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.

Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.

Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.
“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”
Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”

Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.

Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.

Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.
 
Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.
 
Anda bisa menjadi apa yang Anda yakini. Jika Anda pernah bermimpi menjadi elang, ikuti impian itu, jangan mengikuti apa kata ayam-ayam itu. 
 
Sukses Selalu!! Semoga Bermanfaat!!
 

Salam Inspirasi-Cintya Pamela 
 

Senin, 17 Agustus 2015

Sebuah Meja Kayu



Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun hanya memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul.Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan.Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah, atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. 

Sahabatku semuanya, cerita ini hanyalah refleksi dari secuil kisah kehidupan manusia yang tidak disadari berdampak pada masa depan.Hmm,, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.


Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.



semoga dari ini kita belajar bagaimana memperlakukan orang tua selayak nya,,,dan mendidik anak-anak dengan cara yang bijak..

"suatu saat pun kita akan demikian,,semakin tua,,renta,,,tiada daya,,,dan anak2 kitalah yang akan membantu kita kelak di masa tua,,,"...
 

Terima kasih telah membaca cerita di blog milik saya.Jikalau ada kesalahan dan cerita yang kurang berkenan saya mohon maaf.

Sukses Selalu!! Semoga Bermanfaat!!

Salam Inspirasi-Cintya Pamela 
Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web

Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web


Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web

Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web