Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!” Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak
memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja,
paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya. Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah,
ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya
harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin
pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil
meraba-raba karena gelapnya gua itu. Sesaat kemudian di berfikir
kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai
penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah
batu kecil dan dimasukan ke saku celana. Perjalanan panjang telah ia
lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung,
hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut
kelaparan. Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung
ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama
kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal
di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu
kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang
aja!” katanya dengan kesal. Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu
itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung
terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang
dipegangnya. “ah…., andaikan saja……” (Cerita saya kutip darii buku
Quantum Teaching) ~~~ Sahabatku, penyesalan memang terasa setelah
kejadian telah berlalu. Seberapa sering diri kita ini membiarkan dan
cuek terhadap pesan, nasehat, saran, kritik, dari orang tua kita,
guru-guru kita, teman-teman kita, bahkan orang asing yang selalu kita
anggap hanya omong kosong belaka. Kita sombong terhadap nasehat-nasehat
itu. Nasehat yang membuat kita baru sadar bahwa ternyata pesan, nasehat,
kritik, orang-orang terdekat kita itu akan membawa kita ke gudang emas
kesuksesan. Akan tetapi kita mengabaikannya. Kita merasa tidak butuh
oleh nasehat orang lain. Dan waktu tidak akan bisa kembali, kita hanya
bisa menyesalinya. Allah telah mengirimkan kita penasehat-penasehat
melalui Nabi dan Rosul-Nya. Dan di teruskan kepada para ulama, dalam
menyampaikan pesan-pesan yang akan membawa kita ke surga. Tapi, mengapa
kita masih saja mengabaikannya? Ataukah kita berharap akan menyesalinya
di hari kemudian? ~~~ Kepada sahabat-sahabatku sekalian, Selamat
menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan (bagi yang melaksanakannya). Mungkin
Ramadhan kali adalah bulan ramadhan terakhir yang kita rasakan. Ya,
karna kita tidak tau, kapan ajal menjemput kita. Jangan sampai kita
menyesal, bahwa di bulan yang Mulia ini, kita baru sadar ternyata banyak
sekali emas-emas yang bertebaran... tapi sayang kita hanya mengambil
sedikit saja... dan kita tak bisa mampu kembali ke ladang emas itu
lagi.....
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!” Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak
memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja,
paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya. Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah,
ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya
harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin
pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil
meraba-raba karena gelapnya gua itu. Sesaat kemudian di berfikir
kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai
penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah
batu kecil dan dimasukan ke saku celana. Perjalanan panjang telah ia
lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung,
hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut
kelaparan. Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung
ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama
kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal
di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu
kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang
aja!” katanya dengan kesal. Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu
itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung
terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang
dipegangnya. “ah…., andaikan saja……” (Cerita saya kutip darii buku
Quantum Teaching) ~~~ Sahabatku, penyesalan memang terasa setelah
kejadian telah berlalu. Seberapa sering diri kita ini membiarkan dan
cuek terhadap pesan, nasehat, saran, kritik, dari orang tua kita,
guru-guru kita, teman-teman kita, bahkan orang asing yang selalu kita
anggap hanya omong kosong belaka. Kita sombong terhadap nasehat-nasehat
itu. Nasehat yang membuat kita baru sadar bahwa ternyata pesan, nasehat,
kritik, orang-orang terdekat kita itu akan membawa kita ke gudang emas
kesuksesan. Akan tetapi kita mengabaikannya. Kita merasa tidak butuh
oleh nasehat orang lain. Dan waktu tidak akan bisa kembali, kita hanya
bisa menyesalinya.
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!”
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!”
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!”
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_webvv
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_webvv
Saat pemuda itu memulai
perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian penuh robek dan
kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal secukupnya, dia pura-pura
tidak melihat pegemis tua tersebut, dan berjalan melewatinya.
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Alkisah di suatu daerah pegunungan, sesosok pemuda sedang
mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus
melawati hutan-hutan dan gua. Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali
perjalanan.
Saat pemuda
itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian penuh robek dan
kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal secukupnya, dia pura-pura tidak
melihat pegemis tua tersebut, dan berjalan melewatinya.
Tiba-tiba
sang pengemis tua itu berkata, “Hai pemuda, ketika nanti engkau melawati sebuah gua,
ambil batu disekitarmu sebanyak-banyaknya!”
Pemuda itu
cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak memperhatikannya, “alah, dasar
pengemis, mau minta perhatian saja, paling dia mau minta sedekah.”
Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Perjalanan
pemuda itu dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk
ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah, ngapain saya menuruti
kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya harus membawa batu-batu di
gua ini, menambah beban saya aja, mungkin pengemis itu sudah gila kali”
keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil meraba-raba karena gelapnya gua itu.
Sesaat
kemudian di berfikir kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia
mulai penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah batu
kecil dan dimasukan ke saku celana.
Perjalanan
panjang telah ia lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati
gunung, hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut
kelaparan.
Akhirnya ia
sampai juga di desa tujuannya, dan langsung ambruk tertidur di bawah sebuah
pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun,
terasa ada yang mengganjal di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku
membawa kemana-mana batu kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis
gila itu! Ku buang aja!” katanya dengan kesal.
Ketika akan
membuang batu itu, terlihat batu itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata
pemuda itu langsung terbelalak. “Haaah….., batu ini emas!” matanya melototi batu
yang dipegangnya.
"ah…., andaikan saja……"
~~~~
Sahabatku, penyesalan memang terasa setelah kejadian telah berlalu. Seberapa sering diri kita ini membiarkan dan cuek terhadap pesan, nasehat, saran, kritik, dari orang tua kita, guru-guru kita, teman-teman kita, bahkan orang asing yang selalu kita anggap hanya omong kosong belaka.
Kita sombong
terhadap nasehat-nasehat itu. Nasehat yang membuat kita baru sadar bahwa
ternyata pesan, nasehat, kritik, orang-orang terdekat kita itu akan membawa
kita ke gudang emas kesuksesan. Akan tetapi kita mengabaikannya. Kita merasa
tidak butuh oleh nasehat orang lain. Dan waktu tidak akan bisa kembali, kita
hanya bisa menyesalinya
Tuhan telah
mengirimkan kita penasehat-penasehat melalui orang-orang disekitar kita. Dan di
teruskan dalam menyampaikan pesan-pesan yang nantinya akan membawa kita ke
surga. Tapi, mengapa kita masih saja mengabaikannya? Ataukah kita berharap akan
menyesalinya di hari kemudian?
~~~
Kepada sahabat-sahabatku sekalian jangan sampai kita menyesal, bahwa di setiap
bulan yang merupakan bulan mulia yang Tuhan berikan, kita baru sadar ternyata
banyak sekali emas-emas yang bertebaran di kehidupan kita... tapi sayang kita
hanya mengambil sedikit saja... dan kita tak bisa mampu kembali ke ladang emas
itu lagi.....
Sukses Selalu!! Semoga Bermanfaat!!
Salam Inspirasi-Cintya Pamela
Salam Inspirasi-Cintya Pamela
Saat pemuda itu memulai
perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian penuh robek dan
kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal secukupnya, dia pura-pura
tidak melihat pegemis tua tersebut, dan berjalan melewatinya.
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_we
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!” Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak
memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja,
paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya. Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah,
ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya
harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin
pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil
meraba-raba karena gelapnya gua itu. Sesaat kemudian di berfikir
kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai
penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah
batu kecil dan dimasukan ke saku celana. Perjalanan panjang telah ia
lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung,
hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut
kelaparan. Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung
ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama
kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal
di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu
kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang
aja!” katanya dengan kesal. Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu
itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung
terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang
dipegangnya. “ah…., andaikan saja……” (Cerita saya kutip darii buku
Quantum Teaching) ~~~ Sahabatku, penyesalan memang terasa setelah
kejadian telah berlalu. Seberapa sering diri kita ini membiarkan dan
cuek terhadap pesan, nasehat, saran, kritik, dari orang tua kita,
guru-guru kita, teman-teman kita, bahkan orang asing yang selalu kita
anggap hanya omong kosong belaka. Kita sombong terhadap nasehat-nasehat
itu. Nasehat yang membuat kita baru sadar bahwa ternyata pesan, nasehat,
kritik, orang-orang terdekat kita itu akan membawa kita ke gudang emas
kesuksesan. Akan tetapi kita mengabaikannya. Kita merasa tidak butuh
oleh nasehat orang lain. Dan waktu tidak akan bisa kembali, kita hanya
bisa menyesalinya. Allah telah mengirimkan kita penasehat-penasehat
melalui Nabi dan Rosul-Nya. Dan di teruskan kepada para ulama, dalam
menyampaikan pesan-pesan yang akan membawa kita ke surga. Tapi, mengapa
kita masih saja mengabaikannya? Ataukah kita berharap akan menyesalinya
di hari kemudian? ~~~ Kepada sahabat-sahabatku sekalian, Selamat
menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan (bagi yang melaksanakannya). Mungkin
Ramadhan kali adalah bulan ramadhan terakhir yang kita rasakan. Ya,
karna kita tidak tau, kapan ajal menjemput kita. Jangan sampai kita
menyesal, bahwa di bulan yang Mulia ini, kita baru sadar ternyata banyak
sekali emas-emas yang bertebaran... tapi sayang kita hanya mengambil
sedikit saja... dan kita tak bisa mampu kembali ke ladang emas itu
lagi.....
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Di suatu daerah
pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan
ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua.
Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan. Saat
pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian
penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal
secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan
berjalan melewatinya. Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai
pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu
sebanyak-banyaknya!” Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak
memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja,
paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya. Perjalanan pemuda itu
dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat
perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah,
ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya
harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin
pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil
meraba-raba karena gelapnya gua itu. Sesaat kemudian di berfikir
kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai
penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah
batu kecil dan dimasukan ke saku celana. Perjalanan panjang telah ia
lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung,
hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut
kelaparan. Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung
ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama
kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal
di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu
kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang
aja!” katanya dengan kesal. Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu
itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung
terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang
dipegangnya. “ah…., andaikan saja……” (Cerita saya kutip darii buku
Quantum Teaching) ~~~ Sahabatku, penyesalan memang terasa setelah
kejadian telah berlalu. Seberapa sering diri kita ini membiarkan dan
cuek terhadap pesan, nasehat, saran, kritik, dari orang tua kita,
guru-guru kita, teman-teman kita, bahkan orang asing yang selalu kita
anggap hanya omong kosong belaka. Kita sombong terhadap nasehat-nasehat
itu. Nasehat yang membuat kita baru sadar bahwa ternyata pesan, nasehat,
kritik, orang-orang terdekat kita itu akan membawa kita ke gudang emas
kesuksesan. Akan tetapi kita mengabaikannya. Kita merasa tidak butuh
oleh nasehat orang lain. Dan waktu tidak akan bisa kembali, kita hanya
bisa menyesalinya. Allah telah mengirimkan kita penasehat-penasehat
melalui Nabi dan Rosul-Nya. Dan di teruskan kepada para ulama, dalam
menyampaikan pesan-pesan yang akan membawa kita ke surga. Tapi, mengapa
kita masih saja mengabaikannya? Ataukah kita berharap akan menyesalinya
di hari kemudian? ~~~ Kepada sahabat-sahabatku sekalian, Selamat
menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan (bagi yang melaksanakannya). Mungkin
Ramadhan kali adalah bulan ramadhan terakhir yang kita rasakan. Ya,
karna kita tidak tau, kapan ajal menjemput kita. Jangan sampai kita
menyesal, bahwa di bulan yang Mulia ini, kita baru sadar ternyata banyak
sekali emas-emas yang bertebaran... tapi sayang kita hanya mengambil
sedikit saja... dan kita tak bisa mampu kembali ke ladang emas itu
lagi.....
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web
Make $35 per hour : http://bit.ly/elance_web

Tidak ada komentar:
Posting Komentar